Senin, 14 September 2015

sejarah pancasila Indonesia

ARTIKEL "SEJARAH PANCASILA"

ARTIKEL SEJARAH PANCASILA di INDONESIA

Sejarah Lahirnya Pancasila
Sebelum tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia dijaajah oleh banyak Negara. Misalnya Belanda, Inggris, Jepang, dan Portugis. Sebelum dijajah oleh Negara lain,di Indonesia banyak kerajaan-kerajaan yang besar dan berjaya di Indonesia, diantaranya adalah kerajaan Mataram, Majapahit, Banten, Demak dan masih banyak yang lainnya, yang selalu melakukan perlawan terhadap para penjajah.
Negara yang paling lama menjajah di Indonesia adalah Belanda, mulai dari tahun 1908 dan berakhir pada tahun 1942 tepatnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda kalah oleh Jepang, Sebelum kekalahan jepang di Perang Pasifik melawan sekutu, tentara pendudukan Jepang berusaha menarik dukungan rakyat Indonesia dengan memberikan janji kemerdekaan pada bangsa Indonesia dan membentuk Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dilantik tanggal 28 Mei 1945 dansidang pertamanya diadakan pada tanggal 29 Mei – 1 Juni untuk membicarakan mengenai dasar ideology bangsa Indonesia setelah merdeka.
Sebagian besar anggota BPUPKI menyampaikan pendapatnya masing-masing, diantaranya Muchammad Yamin yang mengemukakan lima dasar yaitu;
  • Peri kebangsaan
  • Peri kemanusian
  • Peri ketuhanan
  • Peri kerakyatan
  • Kesejahteraan rakyat.

Tetapi hal itu tidak merubah keadaan, dasar ideology bangsa Indonesiapun belum terwujud. Baru kemudian Bung Karno mengeluarkan pendapatnya pada tanggal 1 Juni 1945, beliau berpendapat bahwa lima dasar ideologa bangsa adalah:
  • Nasionalisme (kebangsaan Indonesia)
  • Internasionalisme (peri kemanusiaan)
  • Mufakat dan demokrasi
  • Kesejahteraan social, dan
  • Ketuhanan yang berkebudayaan.
Yang dinamakannya Pancasila. Kemudian beliau mengemukakan dan memeras lima dasar tersebut menjadi tiga yang disebut Trisila, yaitu;
*Sosio Demokrasi
*Sosio Nasionalisme
*Ketuhanan
Kemudian beliau memeras lagi menjadi Ekasila, yaitu Gotong Royong.

Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu, diterima secara terbuka oleh segenap anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai.
Selanjutnya BPUPKI membentuk Panitia Kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno, sehingga dibentuklah Panitia Sembilan ysng terdiri dari Ir. Soekarno, Muhammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikusno Tjokrokusumo, Abdulkahar Muzakir, HA Salim, Achmad Soebardjo dan Muhammad Yamin yang bertugas untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara yang berdasarkan atas pidato yang diutarakan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, dan menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Demikianlah, lewat proses persidangan selama tiga hari itu, akhirnya Pancasila penggalian Bung Karno tersebut berhasil dirumuskan dan dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang disahkan dan dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia Merdeka pada tanggal 18 Agustus 1945.


suci, agung dan mulia. Memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup adalah mewujudkan masyarakat yang beketuhanan, yakni membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridlo Tuhan dalam
setiap perbuatan baik yang dilakukannya.

2.2 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (Moralitas)
Nilai kemanusian ini bersumber pada dasar filosofi antropologi, bahwa hakikat manusia adalah susunan kodrat rokhani (jiwa) juga jasmani (raga) yang berdiri sendiri sebagai mahluk ciptaan Tuhan.
Dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab terkandung nilai bahwa Negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat setiap warga Negara sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan suatu kesadaran tentang keteraturan sebagai asas kehidupan, yang didasarkan pada nurani manusia dalam berhubungan dengan lingkungan sekitarmya. sebab setiap manusia mempunyai kemampuan untuk menjadi manusia sempurna, yaitu manusia yang beradab.
Manusia yang maju peradabannya tentu lebih maju,mudah menerima kebenaran dengan tulus, lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan masyarakat yang lebih teratur, dan mengenal hukum universal. Kesadaran inilah yang menjadi semangat membangun kehidupan masyarakat yang aman untuk mencapai ketentraman dengan usaha keras, serta dapat diimplementasikan dalam bentuk sikap hidup yang harmoni penuh toleransi dan damai.


2.3 Persatuan Indonesia
Dalam sila Persatuan Indonesia terkandung nilai bahwa Negara adalah perwujudan sifat kodrat manusia sebagai mahluk monodualisme, yaitu mahluk individu juga mahluk social. Negara adalah tempat berkumpulnya elemen-elemen yang berupa suku, ras, etnis, klan, kelompok maupun golongan yang didlamnya saling mengisi. Meskipun begitu bangsa Indonesia tetap bersatu walaupun terdapat banyak kebudayaan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Bangsa Indonesia hadir untuk
mewujudkan kasih sayang kepada segenap suku bangsa dari Sabang sampai Marauke.
Persatuan Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan yang sempit,namun harus menjadi upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dari dunia luar. Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dalam proses sejarah perjuangan panjang dan terdiri dari bermacam-macam kelompok suku bangsa, namun perbedaan tersebut tidak untuk dipertentangkan tetapi justru dijadikan dasar persatuan Indonesia.


2.4 Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat dalam Permusyawaratan dan Perwakilan
Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan hidup berdampingan dengan orang lain, dalam interaksi itu biasanya terjadi kesepakatan, dan saling menghargai satu sama lain atas dasar tujuan dan kepentingan bersama. Nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam sila ini adalah;
  1. Adanya kebebasan yang disertai tanggung jawab baik terhadap masyarakat maupun moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Menjunjung harkat dan martabat kemanusiaan.
  3. Menjamin dan memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam hidup bersama.
  4. Mengakui perbedaan individu, kelompok, ras, maupun golongan.
  5. Mengakui adanya persamaan hak yang melekat pada setiap individu.
  6. Mengarahkan perbedaan dalam suatu kerja sama kemanusiaan yang beradab.
  7. Menjunjung tinggi asas musyawarah.

Prinsip-prinsip kerakyatan yang menjadi cita-cita utama untuk membangkitkan bangsa Indonesia, mengerahkan potensi mereka dalam dunia modern, yakni kerakyatan yang mampu mengendalikan diri, tabah menguasai diri, walau berada dalam pergolakan untuk menciptakan perubahan dan pembaharuan. Hikmah kebijaksanaan adalah kondisi sosial yang menampilkan rakyat berpikir dalam tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri dari belenggu pemikiran
dan aliran yang sempit dan hanya mementingkan dirinya sendiri.


2.5 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung norma berdasarkan hak-hak dan tidak memihak antara satu dengan yang lainnya, serta pemerataan terhadap suatu hal. Keadilan disini meliputi keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri , manusia dengan manusia lainnya, manusia dengan masyarakat bangsa dan negaranya. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan cita-cita bernegara dan berbangsa serta hubungan manusia dengan Tuhannya.
Keadilan yang harus terwujud meliputi
  • Kedilan Distributif, yaitu suatu hubungan keadilan antara Negara terhadap warganya, maksudnya Negara harus menjamin kesejahteraan dan ketentraman warga negaranya.
  • Keadilan Legal,yaitu suatu hubungan keadilan antara warga Negara terhadap Negara maksudnya warga Negara wajib memenuhi keadilan dalam bentuk mentaati peraturan dan perundang-undangfan yang berlaku.
  • Keadilan Komutatif, maksudnya hubungan keadilan antara warga satu dengan lainnya saling timbal balik.

keadaan bertujuan agar masyarakat daopat bersatu secara organik, dimana setiap anggotanya mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta belajar hidup pada kemampuan aslinya, sehingga kesejahteraan dapat tercapai secara merata.

ARTIKEL "SEJARAH PANCASILA"

ARTIKEL SEJARAH PANCASILA

Sejarah Lahirnya Pancasila
Sebelum tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia dijaajah oleh banyak Negara. Misalnya Belanda, Inggris, Jepang, dan Portugis. Sebelum dijajah oleh Negara lain,di Indonesia banyak kerajaan-kerajaan yang besar dan berjaya di Indonesia, diantaranya adalah kerajaan Mataram, Majapahit, Banten, Demak dan masih banyak yang lainnya, yang selalu melakukan perlawan terhadap para penjajah.
Negara yang paling lama menjajah di Indonesia adalah Belanda, mulai dari tahun 1908 dan berakhir pada tahun 1942 tepatnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda kalah oleh Jepang, Sebelum kekalahan jepang di Perang Pasifik melawan sekutu, tentara pendudukan Jepang berusaha menarik dukungan rakyat Indonesia dengan memberikan janji kemerdekaan pada bangsa Indonesia dan membentuk Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dilantik tanggal 28 Mei 1945 dansidang pertamanya diadakan pada tanggal 29 Mei – 1 Juni untuk membicarakan mengenai dasar ideology bangsa Indonesia setelah merdeka.
Sebagian besar anggota BPUPKI menyampaikan pendapatnya masing-masing, diantaranya Muchammad Yamin yang mengemukakan lima dasar yaitu;
  • Peri kebangsaan
  • Peri kemanusian
  • Peri ketuhanan
  • Peri kerakyatan
  • Kesejahteraan rakyat.

Tetapi hal itu tidak merubah keadaan, dasar ideology bangsa Indonesiapun belum terwujud. Baru kemudian Bung Karno mengeluarkan pendapatnya pada tanggal 1 Juni 1945, beliau berpendapat bahwa lima dasar ideologa bangsa adalah:
  • Nasionalisme (kebangsaan Indonesia)
  • Internasionalisme (peri kemanusiaan)
  • Mufakat dan demokrasi
  • Kesejahteraan social, dan
  • Ketuhanan yang berkebudayaan.
Yang dinamakannya Pancasila. Kemudian beliau mengemukakan dan memeras lima dasar tersebut menjadi tiga yang disebut Trisila, yaitu;
*Sosio Demokrasi
*Sosio Nasionalisme
*Ketuhanan
Kemudian beliau memeras lagi menjadi Ekasila, yaitu Gotong Royong.

Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu, diterima secara terbuka oleh segenap anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai.
Selanjutnya BPUPKI membentuk Panitia Kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno, sehingga dibentuklah Panitia Sembilan ysng terdiri dari Ir. Soekarno, Muhammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikusno Tjokrokusumo, Abdulkahar Muzakir, HA Salim, Achmad Soebardjo dan Muhammad Yamin yang bertugas untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara yang berdasarkan atas pidato yang diutarakan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, dan menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Demikianlah, lewat proses persidangan selama tiga hari itu, akhirnya Pancasila penggalian Bung Karno tersebut berhasil dirumuskan dan dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang disahkan dan dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia Merdeka pada tanggal 18 Agustus 1945.


suci, agung dan mulia. Memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup adalah mewujudkan masyarakat yang beketuhanan, yakni membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridlo Tuhan dalam
setiap perbuatan baik yang dilakukannya.

2.2 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (Moralitas)
Nilai kemanusian ini bersumber pada dasar filosofi antropologi, bahwa hakikat manusia adalah susunan kodrat rokhani (jiwa) juga jasmani (raga) yang berdiri sendiri sebagai mahluk ciptaan Tuhan.
Dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab terkandung nilai bahwa Negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat setiap warga Negara sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan suatu kesadaran tentang keteraturan sebagai asas kehidupan, yang didasarkan pada nurani manusia dalam berhubungan dengan lingkungan sekitarmya. sebab setiap manusia mempunyai kemampuan untuk menjadi manusia sempurna, yaitu manusia yang beradab.
Manusia yang maju peradabannya tentu lebih maju,mudah menerima kebenaran dengan tulus, lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan masyarakat yang lebih teratur, dan mengenal hukum universal. Kesadaran inilah yang menjadi semangat membangun kehidupan masyarakat yang aman untuk mencapai ketentraman dengan usaha keras, serta dapat diimplementasikan dalam bentuk sikap hidup yang harmoni penuh toleransi dan damai.


2.3 Persatuan Indonesia
Dalam sila Persatuan Indonesia terkandung nilai bahwa Negara adalah perwujudan sifat kodrat manusia sebagai mahluk monodualisme, yaitu mahluk individu juga mahluk social. Negara adalah tempat berkumpulnya elemen-elemen yang berupa suku, ras, etnis, klan, kelompok maupun golongan yang didlamnya saling mengisi. Meskipun begitu bangsa Indonesia tetap bersatu walaupun terdapat banyak kebudayaan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Bangsa Indonesia hadir untuk
mewujudkan kasih sayang kepada segenap suku bangsa dari Sabang sampai Marauke.
Persatuan Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan yang sempit,namun harus menjadi upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dari dunia luar. Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dalam proses sejarah perjuangan panjang dan terdiri dari bermacam-macam kelompok suku bangsa, namun perbedaan tersebut tidak untuk dipertentangkan tetapi justru dijadikan dasar persatuan Indonesia.


2.4 Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat dalam Permusyawaratan dan Perwakilan
Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan hidup berdampingan dengan orang lain, dalam interaksi itu biasanya terjadi kesepakatan, dan saling menghargai satu sama lain atas dasar tujuan dan kepentingan bersama. Nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam sila ini adalah;
  1. Adanya kebebasan yang disertai tanggung jawab baik terhadap masyarakat maupun moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Menjunjung harkat dan martabat kemanusiaan.
  3. Menjamin dan memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam hidup bersama.
  4. Mengakui perbedaan individu, kelompok, ras, maupun golongan.
  5. Mengakui adanya persamaan hak yang melekat pada setiap individu.
  6. Mengarahkan perbedaan dalam suatu kerja sama kemanusiaan yang beradab.
  7. Menjunjung tinggi asas musyawarah.

Prinsip-prinsip kerakyatan yang menjadi cita-cita utama untuk membangkitkan bangsa Indonesia, mengerahkan potensi mereka dalam dunia modern, yakni kerakyatan yang mampu mengendalikan diri, tabah menguasai diri, walau berada dalam pergolakan untuk menciptakan perubahan dan pembaharuan. Hikmah kebijaksanaan adalah kondisi sosial yang menampilkan rakyat berpikir dalam tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri dari belenggu pemikiran
dan aliran yang sempit dan hanya mementingkan dirinya sendiri.


2.5 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung norma berdasarkan hak-hak dan tidak memihak antara satu dengan yang lainnya, serta pemerataan terhadap suatu hal. Keadilan disini meliputi keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri , manusia dengan manusia lainnya, manusia dengan masyarakat bangsa dan negaranya. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan cita-cita bernegara dan berbangsa serta hubungan manusia dengan Tuhannya.
Keadilan yang harus terwujud meliputi
  • Kedilan Distributif, yaitu suatu hubungan keadilan antara Negara terhadap warganya, maksudnya Negara harus menjamin kesejahteraan dan ketentraman warga negaranya.
  • Keadilan Legal,yaitu suatu hubungan keadilan antara warga Negara terhadap Negara maksudnya warga Negara wajib memenuhi keadilan dalam bentuk mentaati peraturan dan perundang-undangfan yang berlaku.
  • Keadilan Komutatif, maksudnya hubungan keadilan antara warga satu dengan lainnya saling timbal balik.

keadaan bertujuan agar masyarakat daopat bersatu secara organik, dimana setiap anggotanya mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta belajar hidup pada kemampuan aslinya, sehingga kesejahteraan dapat tercapai secara merata.

ARTIKEL "SEJARAH PANCASILA"

ARTIKEL SEJARAH PANCASILA

Sejarah Lahirnya Pancasila
Sebelum tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia dijaajah oleh banyak Negara. Misalnya Belanda, Inggris, Jepang, dan Portugis. Sebelum dijajah oleh Negara lain,di Indonesia banyak kerajaan-kerajaan yang besar dan berjaya di Indonesia, diantaranya adalah kerajaan Mataram, Majapahit, Banten, Demak dan masih banyak yang lainnya, yang selalu melakukan perlawan terhadap para penjajah.
Negara yang paling lama menjajah di Indonesia adalah Belanda, mulai dari tahun 1908 dan berakhir pada tahun 1942 tepatnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda kalah oleh Jepang, Sebelum kekalahan jepang di Perang Pasifik melawan sekutu, tentara pendudukan Jepang berusaha menarik dukungan rakyat Indonesia dengan memberikan janji kemerdekaan pada bangsa Indonesia dan membentuk Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dilantik tanggal 28 Mei 1945 dansidang pertamanya diadakan pada tanggal 29 Mei – 1 Juni untuk membicarakan mengenai dasar ideology bangsa Indonesia setelah merdeka.
Sebagian besar anggota BPUPKI menyampaikan pendapatnya masing-masing, diantaranya Muchammad Yamin yang mengemukakan lima dasar yaitu;
  • Peri kebangsaan
  • Peri kemanusian
  • Peri ketuhanan
  • Peri kerakyatan
  • Kesejahteraan rakyat.

Tetapi hal itu tidak merubah keadaan, dasar ideology bangsa Indonesiapun belum terwujud. Baru kemudian Bung Karno mengeluarkan pendapatnya pada tanggal 1 Juni 1945, beliau berpendapat bahwa lima dasar ideologa bangsa adalah:
  • Nasionalisme (kebangsaan Indonesia)
  • Internasionalisme (peri kemanusiaan)
  • Mufakat dan demokrasi
  • Kesejahteraan social, dan
  • Ketuhanan yang berkebudayaan.
Yang dinamakannya Pancasila. Kemudian beliau mengemukakan dan memeras lima dasar tersebut menjadi tiga yang disebut Trisila, yaitu;
*Sosio Demokrasi
*Sosio Nasionalisme
*Ketuhanan
Kemudian beliau memeras lagi menjadi Ekasila, yaitu Gotong Royong.

Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu, diterima secara terbuka oleh segenap anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai.
Selanjutnya BPUPKI membentuk Panitia Kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno, sehingga dibentuklah Panitia Sembilan ysng terdiri dari Ir. Soekarno, Muhammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikusno Tjokrokusumo, Abdulkahar Muzakir, HA Salim, Achmad Soebardjo dan Muhammad Yamin yang bertugas untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara yang berdasarkan atas pidato yang diutarakan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, dan menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Demikianlah, lewat proses persidangan selama tiga hari itu, akhirnya Pancasila penggalian Bung Karno tersebut berhasil dirumuskan dan dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang disahkan dan dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia Merdeka pada tanggal 18 Agustus 1945.


suci, agung dan mulia. Memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup adalah mewujudkan masyarakat yang beketuhanan, yakni membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridlo Tuhan dalam
setiap perbuatan baik yang dilakukannya.

2.2 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (Moralitas)
Nilai kemanusian ini bersumber pada dasar filosofi antropologi, bahwa hakikat manusia adalah susunan kodrat rokhani (jiwa) juga jasmani (raga) yang berdiri sendiri sebagai mahluk ciptaan Tuhan.
Dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab terkandung nilai bahwa Negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat setiap warga Negara sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan suatu kesadaran tentang keteraturan sebagai asas kehidupan, yang didasarkan pada nurani manusia dalam berhubungan dengan lingkungan sekitarmya. sebab setiap manusia mempunyai kemampuan untuk menjadi manusia sempurna, yaitu manusia yang beradab.
Manusia yang maju peradabannya tentu lebih maju,mudah menerima kebenaran dengan tulus, lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan masyarakat yang lebih teratur, dan mengenal hukum universal. Kesadaran inilah yang menjadi semangat membangun kehidupan masyarakat yang aman untuk mencapai ketentraman dengan usaha keras, serta dapat diimplementasikan dalam bentuk sikap hidup yang harmoni penuh toleransi dan damai.


2.3 Persatuan Indonesia
Dalam sila Persatuan Indonesia terkandung nilai bahwa Negara adalah perwujudan sifat kodrat manusia sebagai mahluk monodualisme, yaitu mahluk individu juga mahluk social. Negara adalah tempat berkumpulnya elemen-elemen yang berupa suku, ras, etnis, klan, kelompok maupun golongan yang didlamnya saling mengisi. Meskipun begitu bangsa Indonesia tetap bersatu walaupun terdapat banyak kebudayaan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Bangsa Indonesia hadir untuk
mewujudkan kasih sayang kepada segenap suku bangsa dari Sabang sampai Marauke.
Persatuan Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan yang sempit,namun harus menjadi upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dari dunia luar. Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dalam proses sejarah perjuangan panjang dan terdiri dari bermacam-macam kelompok suku bangsa, namun perbedaan tersebut tidak untuk dipertentangkan tetapi justru dijadikan dasar persatuan Indonesia.


2.4 Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat dalam Permusyawaratan dan Perwakilan
Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan hidup berdampingan dengan orang lain, dalam interaksi itu biasanya terjadi kesepakatan, dan saling menghargai satu sama lain atas dasar tujuan dan kepentingan bersama. Nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam sila ini adalah;
  1. Adanya kebebasan yang disertai tanggung jawab baik terhadap masyarakat maupun moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Menjunjung harkat dan martabat kemanusiaan.
  3. Menjamin dan memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam hidup bersama.
  4. Mengakui perbedaan individu, kelompok, ras, maupun golongan.
  5. Mengakui adanya persamaan hak yang melekat pada setiap individu.
  6. Mengarahkan perbedaan dalam suatu kerja sama kemanusiaan yang beradab.
  7. Menjunjung tinggi asas musyawarah.

Prinsip-prinsip kerakyatan yang menjadi cita-cita utama untuk membangkitkan bangsa Indonesia, mengerahkan potensi mereka dalam dunia modern, yakni kerakyatan yang mampu mengendalikan diri, tabah menguasai diri, walau berada dalam pergolakan untuk menciptakan perubahan dan pembaharuan. Hikmah kebijaksanaan adalah kondisi sosial yang menampilkan rakyat berpikir dalam tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri dari belenggu pemikiran
dan aliran yang sempit dan hanya mementingkan dirinya sendiri.


2.5 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung norma berdasarkan hak-hak dan tidak memihak antara satu dengan yang lainnya, serta pemerataan terhadap suatu hal. Keadilan disini meliputi keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri , manusia dengan manusia lainnya, manusia dengan masyarakat bangsa dan negaranya. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan cita-cita bernegara dan berbangsa serta hubungan manusia dengan Tuhannya.
Keadilan yang harus terwujud meliputi
  • Kedilan Distributif, yaitu suatu hubungan keadilan antara Negara terhadap warganya, maksudnya Negara harus menjamin kesejahteraan dan ketentraman warga negaranya.
  • Keadilan Legal,yaitu suatu hubungan keadilan antara warga Negara terhadap Negara maksudnya warga Negara wajib memenuhi keadilan dalam bentuk mentaati peraturan dan perundang-undangfan yang berlaku.
  • Keadilan Komutatif, maksudnya hubungan keadilan antara warga satu dengan lainnya saling timbal balik.

keadaan bertujuan agar masyarakat daopat bersatu secara organik, dimana setiap anggotanya mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta belajar hidup pada kemampuan aslinya, sehingga kesejahteraan dapat tercapai secara merata.

Jumat, 07 Agustus 2015

artikel " sekolah 5 hari seminggu "

Nama : Dini Agustin Tri Damayanti
Kelas. :XII IBB/04
NIS.  : 5901
Asal Sekolah : SMA N 1 BOJA, KENDAL
Tugas : Artikel betema " mengapa kita sekolah 5 hari ??"


SEKOLAH 5 HARI SEMINGGU ....

Sekolah adalah tempat didikan bagi anak anak. tujuan dari sekolah adalah mengajar tentang mengajarkan anak untuk menjadi anak yang mampu memajukan bangsa . Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa /murid  di bawah pengawasan guru.
Baru baru ini di Indonesia banyak sekali pergantian sistem pendidikan yang dimana untuk memberikan mutu pendidikan yang semakin berstandar . Sepeti kurikukum 2013 yang merupakan kurikulum tetap yang diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan kurikulum tingkat satuan pendidikann yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun . Dan pada saat ini ada sebuah sistem baru yang sedang dibicarakan banyak pihak , yaitu sekolah lima hari kerja . selama ini sekolah negeri maupun swasta melaksanakan tugasnya selama 6 hari dalam seminggu dan 24 hari dalam sebulan . Hari senin sampai sabtu adalah hari hari yang biasanya mereka berekolah. Inilah tradisi sekolah yang telah dan terus berlnagsung di negeri kita dari dulu hingga kini . Dengan adanya perubahan kurikulum dan waktu belajar banyak terjadi pro dan kontra akan sistem pendidikan di Indonesia . 
Disamping menetapkan struktur kurikulum , permendiknas nomor 22 tahun 2006 mengatur tentang beban belajar peserta didik perminggu. Beban belajar maksimum yang dibolehka. Perminggu untuk SMA adalah 42-43 jam perminggu dan SMK adalah 48 jam perminggu, namum kini akan adanya perubahan eaktu belajar siswa SMA adalah 48 jam perminggu dan SMK 50 jam perminggu. 
SEKOLAH 5 HARU SEMINGGU , APAKAN MELANGGAR ATURAN ???? 
Sekolah 5 hari seminggu tidak melanggar aturan , sebab dalam permendiknas nomor 22 tahun 2006 sebagai rujukan penyusunan kurikulum sekolah , tidak ada disebutkan  Bahwa sekolah dalam seminggu harus berlangsung 6 hari . 
Model program sekolah 5 hari (PS5H) yaitu program belajar yang dimulao di hari senin - jumat . PS5H merupakan inovasi pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan mulai efektivitas dan efisiensi penggunaan waktu sekolah .Gubernur Jateng Ganjar mewacanajan sekolah 5 hari dalam sepekan agar peserta didik memiliki banyak waktu untuk istirahat , berkumpul dengan ornag tua dan melakukan aktivitas lainnya . Dengan kebijakan itu pula , akan memberikan kesempatan bagi anak untuk mempunyai ruang ruang bermain dengan teman , bertemu saudara dan keluarga . 
Manfaat sekoalh 5 hari seminggu : 
Menurut saya sebagai siswa yang melaksanakan dan merasanakan sekolah 5 hari sangat merakan banyak manfaat , seperti lebih efektifnya hari belajar siswa . Pulang lebib sore lebih efektif karena kita lebih banyak menghabiskan waktu kita untuk belajar diskeolah dan mempunya waktu istirahat yang cukup yaitu sabtu dan minggu .  

Jumat, 20 Februari 2015

KUTITIP SURGA KECIL PADAMU
oleh dini atd 

sederet akasar penah singgah
di putaran roda yang semakin kencang
ku singgahi daratan ini sejak usia kencur
warisan kuno yang anggua
roda itu semakin cepat berputar
surga kecil semakin cepat berbolak balik
ribuan ingsan mengotak atiknya sedemikian rupa
menyatukan segala mimpi yang ad dlm dekap yang kian tererat
rantai bajapun tak seerat dekapkan kasih dalam surga yang mungil ini
namun sayang , dalam hati ini berkata "sinar itu kian pudar "
ceritakan pada anak cucumu
dulu daratan ini pernah terhujan darah
ceritakan pada anak cucumu .....
kita bergandeng tangan pada siapa untuk siapa
ketika mata tak sanggup emandang
ketika mulut tak sanggup berucap
ketika badan sudah tenggelam
kita bergandeng tangan untuk anak cucumu ....
sebagai aksara digurat abadi arca mayadpada
akan aku titipkan sederet aksara
rangkaian arca surga kecil yang membentang
barangkali masih ada cahaya yang menghendap
"cu ceritakan pada anak cucumu "
kelak surga jawa kian membentang bak cakrawala.......


                                                                                                  edisi aku cinta indonesia , tanah airku .
TUGAS BAHASA INDONESIA

nama kelompok : Amanda Achrul A. , Dini Agustin T.D. , Ganis Dewinta H., Wahyu Putri E.

Mengevaluasi Teks "Belajar Ikhlas dari 'Hafalan shalat Delisa "'

pembahasan :
1. Tema : Tema yang diangkat adala religius . dibuktikan dengan judul dari cerita tersebut yakni "hafalan shalat Delisa" , kemudian didalam cerita mengisahkan Delisa yang tengah menjalankan praktik shalat di depan ustad Rahman dan ustazah Nur.
2. Pengindraan (imajinasi ) :
- indra perasa : dimana kita sebagai pembaca diminta untuk ikut merasakan betapa beratnya rasa kehilangan Delisa saat berpisah dengan keluarganya saaat terjadi tsunami serta di amputasinya kaki delisa .
-indra pendengar : kita seakan-akaan ikut mendengar jeritan dan keributan para korban tsunami .
- indra pelihat : dimana kita seakan-akan menyaksikan kejadian tsunami itu berlangsung dan terus memandang Delisa yang tengah terus melaksakan shalat .
3. Nilai-Nilai Yang Terkandung :
-Nilai religi : kita belajar bagaiamana shalat bukanlah hal yang main-main , dimana kita harus berhadapan dengan yang Maha Kuasa maka tetaplah tengadah kepadanya .
-Nilai keamanusiaan atau sosial : tingkatkanlah rasa solidaritas , saling membangun dan embantu dalam keterpurukan .
4. Penyajian :
teks ini disajikan dengan struktur yang baik , dimulai dari pengenalan tokoh , alur yang runtun , permasalahan yang mulai muncul , hingga enghadapi konflik . dalam teks ini dikemas sesingkat mungkin , akan tetapi tidak menghilangkan dan atau menambah inti cerita sehingga diceritakan secara jelas .

                                                    -SMA N 1 BOJA-

Senin, 27 Oktober 2014


Tugas 
dini agustin t.d.
PANTUN JENAKA
Pergi bersama ke kota kembang
Naik pesawat tak bisa terbang
Hati siapa tak bimbang
Saya botak minta dikepang
PANTUN CINTA
Langit biru terhias awan
Di tengah siang tak ada hujan
biar cinta banyak rintangan
ku jaga cinta dengan kesetiaan
PANTUN NASEHAT
Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Beajarlah dengan sungguh – sungguh
Agar dapat capai impian

Selasa, 14 Oktober 2014

Secarik tinta malam

oleh dini agustin

  

 disudut pojok bersinar oncor berteduh di rumah bambu 
menikmati malam bersunyi suara jangkrik
alunan krik....krik.... berlomba di balik rerumputan basah terguyur hujan senja tadi 
aku masih ingat , emak meyajikan segelas kopi bercangkir besi 
kini aku duduk di balik jendela kaca bertema embun dengan moca coffe bergelas bening
sendiri ....
hembusan angin mengibaskan rambut teracak acak 
kabut petang menghalang padang 
kopiku kian dingin ,sementara emak berbalut slimut di dipan ruang tengah  
hujan mulai mereda , hembusan angin menyeruak kertas kertas bertebaran 
asap motor mobil menghalang pandang
metropolitan di malam dengan kesibukan yang tak kunjung usai 
kelopak mata ini kian mengangguk angguk pertanda tak kuat lagi menatap malam 
kedua kaki menyelinap ke dalam slimut coklat usang ...
kelopak yang tadinya mengangguk angguk kini menutup rapat ...
seiring alunan melodi jangkrik krik.... krik.... 
mata yang terus menatap layar bercahaya , menuliskan secarik cerita 
aku masih ingat ......



 

 

Jumat, 08 Agustus 2014

“Puisi masal kelas tanpa judul ......” ditulis oleh bersama seluruh siswa kls X  IBBU th.2013/2014

Terpojok album berdebu
Terpaku dalam dinding
Mengingatkanku tentang kisah kita
Kisah saat kita tertawa
Menggores tinta indah bingkai
Hanya senyum melukiskan kenangan
Tergambar jelas tawa indahmu dulu
Tersungging indah menggantu bulan sabit
meluncur kata yang sempat kau ucap
Dulu ,  ya dulu ....
Kata sayang yang tak pernah lepas detail dalam setiap nadiku
Seserok mata memandang garis indah itu ...
Berharap waktu dapat berputar . menitik air kerinduan :”)
Keajaib dari segala keajaiban

Sepasang mata memandang penuh binar
Menatap sebuah rasa tak terduga
Mungkin karena matahari telah bosan melihatnya
Mungkin karena malam tak ijinkan dia melihat bintang
Atau mungkin karena alam tak ingin dia lihat keindahan
Bahkan cahaya tak pernah mau memunculkan diri

Kosong .... hitampun jadi tak berwarna ,bahkan putih tak bisa dikenal
Kosong kosong ....
Kembali melihat semua yang terjadi dulu
Tapi apa daya , waktu tak bisa berputar lagi ..
Bahkan sesal takkan pernah ada guna
1000 gerlinang matapun tak dibutuhkan jua ...

Tak bisa sampai disini ..
Tuhan telah menulis cerita
Dan masa depan harus terus berjalan
Entah bagaimana dan seperti apa
Hanya bangkit dan berubah menjadi sebuah keajaiban
Dan Tuhanpun tersenyum melihat dia bangkit
Merangkakpun dihadapi sampai dia bisa berdiri berjalan
menelusuri masa yang pernah hilang
Walau sinar mata telah tiada dan cahaya telah pergi

Minggu, 06 Oktober 2013

LENYAP
Ku tak tahu Tuhan , sungguh ku tak tahu ...
Entah apa yang harus ku lakukan
Ingin ku cabut nisan digundukan tanah itu
Tapi apa dayaku Tuhan , semua ini kehendak-Mu

Hanya satu cahaya mata tertujuh pada satu tulisan nama
Hanya satu tangan menggenggam sebait bunga
Beratus juta sesal silir berganti
Beratus juta langkah  yang baru dan sempat ku lakukan
Tapi apa ? Apa ??? sejuta rencana itu takkan pernah terwujud ...

Dia pergi takkan kembali
Dia terbang takkan mendarat lagi
Apa dayaku Tuhan ???
Dulu belum sempat ku ucapkan kata sayang
Dulu belum sempat kuberikan senyuman lebar
Dulu belum sempat kuberikan kelembutan
Sekarang hanya terdiam membisu ...

Merintih berucap kata ayah dialunan bibir dalam derai air mata ....
DI BALIK RASA

Awalnya aku tak tahu apa yang ku rasa...
Tapi entah mengapa semakin bergejola..
Saling membara menghias rasa..
Entah apa cerita tentang apa

Oh tuhan,,,entahlah aku tak tahu
Rasa itu pun terus memburuku
Mengejarku dibalik mimpiku...
Setiap teringat tentangnya, hati ini tak mau berhenti berbunga...
Berfikir sedemikian rupa
Mengkhayal dan terus mengkhayal...
Tak pernah lelah dan tak pernah mau berhenti berfikir...

Cintakah ini,ataukah hanya sekedar kagum????
Tak tahu, sangat sulit dicerna
Di setiap nafas detikku tak akan pernah berhenti akan hadir bayangannya...
Yang selalu menghantuiku
Dan bersiap membawaku terbang di atas auroranya
Melayang melihatnya tersenyum dan berharap dia akan tahu itu....

Rabu, 11 September 2013


Pertemuan Singkat

Ingin rasanya aku tuliskan
Pertemuan kita yang begitu mengesankan
Walau hanya sekejab mata memandang
Tapi mampu membuat hatiku berdetak kencang
Saat kutatap tajam kedua bola matamu
Ada bahasa yang tak mampu ku ungkapkan
Ingin rasanya aku katakan semua ini
Dengan bahasa cinta yang sederhana
Tapi semua terasa terbungkam
Tak sanggup untuk ku katakan
Ingin rasanya aku terbang
Bersama dengan sayap-sayap cintamu
Yang mampu menerobos pintu hati
Yang selama ini aku tutupi
Bungaku,,,,pujaan hatiku,,,
Bukalah sedikit pintu hatimu untukku
Ijinkan aku mengisi hatimu yang kosong
Tuk temani setiap kesepian jiwamu
Akan kulukiskan cintaku ini dengan kuas kerinduan
Kan ku kirim kasihku lewat bahasa kalbu
Ku renungi dengan lantunan dzikir ilahi
Mengharapkan ridho dari-Nya
Bila suatu saat nanti kau dapat merasakan
Alunan cinta yang aku berikan
Sentuhlah bayangan kasihku
Rengkuh diriku dengan cintamu
Dan bawalah aku menuju istana cinta kita,,,