Selasa, 14 Oktober 2014

Secarik tinta malam

oleh dini agustin

  

 disudut pojok bersinar oncor berteduh di rumah bambu 
menikmati malam bersunyi suara jangkrik
alunan krik....krik.... berlomba di balik rerumputan basah terguyur hujan senja tadi 
aku masih ingat , emak meyajikan segelas kopi bercangkir besi 
kini aku duduk di balik jendela kaca bertema embun dengan moca coffe bergelas bening
sendiri ....
hembusan angin mengibaskan rambut teracak acak 
kabut petang menghalang padang 
kopiku kian dingin ,sementara emak berbalut slimut di dipan ruang tengah  
hujan mulai mereda , hembusan angin menyeruak kertas kertas bertebaran 
asap motor mobil menghalang pandang
metropolitan di malam dengan kesibukan yang tak kunjung usai 
kelopak mata ini kian mengangguk angguk pertanda tak kuat lagi menatap malam 
kedua kaki menyelinap ke dalam slimut coklat usang ...
kelopak yang tadinya mengangguk angguk kini menutup rapat ...
seiring alunan melodi jangkrik krik.... krik.... 
mata yang terus menatap layar bercahaya , menuliskan secarik cerita 
aku masih ingat ......



 

 

Jumat, 08 Agustus 2014

“Puisi masal kelas tanpa judul ......” ditulis oleh bersama seluruh siswa kls X  IBBU th.2013/2014

Terpojok album berdebu
Terpaku dalam dinding
Mengingatkanku tentang kisah kita
Kisah saat kita tertawa
Menggores tinta indah bingkai
Hanya senyum melukiskan kenangan
Tergambar jelas tawa indahmu dulu
Tersungging indah menggantu bulan sabit
meluncur kata yang sempat kau ucap
Dulu ,  ya dulu ....
Kata sayang yang tak pernah lepas detail dalam setiap nadiku
Seserok mata memandang garis indah itu ...
Berharap waktu dapat berputar . menitik air kerinduan :”)
Keajaib dari segala keajaiban

Sepasang mata memandang penuh binar
Menatap sebuah rasa tak terduga
Mungkin karena matahari telah bosan melihatnya
Mungkin karena malam tak ijinkan dia melihat bintang
Atau mungkin karena alam tak ingin dia lihat keindahan
Bahkan cahaya tak pernah mau memunculkan diri

Kosong .... hitampun jadi tak berwarna ,bahkan putih tak bisa dikenal
Kosong kosong ....
Kembali melihat semua yang terjadi dulu
Tapi apa daya , waktu tak bisa berputar lagi ..
Bahkan sesal takkan pernah ada guna
1000 gerlinang matapun tak dibutuhkan jua ...

Tak bisa sampai disini ..
Tuhan telah menulis cerita
Dan masa depan harus terus berjalan
Entah bagaimana dan seperti apa
Hanya bangkit dan berubah menjadi sebuah keajaiban
Dan Tuhanpun tersenyum melihat dia bangkit
Merangkakpun dihadapi sampai dia bisa berdiri berjalan
menelusuri masa yang pernah hilang
Walau sinar mata telah tiada dan cahaya telah pergi

Minggu, 06 Oktober 2013

LENYAP
Ku tak tahu Tuhan , sungguh ku tak tahu ...
Entah apa yang harus ku lakukan
Ingin ku cabut nisan digundukan tanah itu
Tapi apa dayaku Tuhan , semua ini kehendak-Mu

Hanya satu cahaya mata tertujuh pada satu tulisan nama
Hanya satu tangan menggenggam sebait bunga
Beratus juta sesal silir berganti
Beratus juta langkah  yang baru dan sempat ku lakukan
Tapi apa ? Apa ??? sejuta rencana itu takkan pernah terwujud ...

Dia pergi takkan kembali
Dia terbang takkan mendarat lagi
Apa dayaku Tuhan ???
Dulu belum sempat ku ucapkan kata sayang
Dulu belum sempat kuberikan senyuman lebar
Dulu belum sempat kuberikan kelembutan
Sekarang hanya terdiam membisu ...

Merintih berucap kata ayah dialunan bibir dalam derai air mata ....
DI BALIK RASA

Awalnya aku tak tahu apa yang ku rasa...
Tapi entah mengapa semakin bergejola..
Saling membara menghias rasa..
Entah apa cerita tentang apa

Oh tuhan,,,entahlah aku tak tahu
Rasa itu pun terus memburuku
Mengejarku dibalik mimpiku...
Setiap teringat tentangnya, hati ini tak mau berhenti berbunga...
Berfikir sedemikian rupa
Mengkhayal dan terus mengkhayal...
Tak pernah lelah dan tak pernah mau berhenti berfikir...

Cintakah ini,ataukah hanya sekedar kagum????
Tak tahu, sangat sulit dicerna
Di setiap nafas detikku tak akan pernah berhenti akan hadir bayangannya...
Yang selalu menghantuiku
Dan bersiap membawaku terbang di atas auroranya
Melayang melihatnya tersenyum dan berharap dia akan tahu itu....